“Saya Cuma Penyanyi Dangdut!” Dalih Bupati Pekalongan Dibantah KPK, Duit Rp46 M Proyek Keluarga Terbongkar!
Pekalongan, BongkarfaktaNews – Dalih mengejutkan keluar dari mulut Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq. Di hadapan penyidik, ia mengaku tak paham hukum dan tata kelola pemerintahan karena berlatar belakang musisi dangdut.
Namun alasan itu langsung ditepis KPK.
Deputi Penindakan KPK Asep Guntur Rahayu menegaskan, Fadia sudah dua periode menjabat kepala daerah dan pernah jadi wakil bupati. Tak masuk akal jika mengaku tak paham prinsip good governance.
Proyek “Perusahaan Ibu” Diduga Dipaksakan Menang
KPK mengungkap adanya konflik kepentingan serius. Fadia bersama suami dan anaknya mendirikan PT RNB (Raja Nusantara Berjaya), perusahaan yang aktif menjadi vendor proyek Pemkab Pekalongan.
Parahnya:
Perangkat daerah diduga diminta menyerahkan HPS lebih awal agar PT RNB bisa menyesuaikan penawaran.
Meski ada penawar lebih murah, dinas disebut “diharuskan” memenangkan perusahaan keluarga.
Sepanjang 2023–2026, transaksi proyek mengalir hingga Rp46 miliar.
Dari jumlah itu:
Rp22 miliar untuk gaji outsourcing.
Sekitar Rp19 miliar (40%) diduga mengalir ke keluarga bupati.
Rincian Aliran Duit
Fadia Arafiq: Rp5,5 miliar
Suami (anggota DPR RI): Rp1,1 miliar
Anak (anggota DPRD): Rp4,6 miliar
Anak lainnya: Rp2,5 miliar
Direktur perusahaan/orang kepercayaan: Rp2,3 miliar
Penarikan tunai lain: Rp3 miliar
OTT & Bantahan
Fadia terjaring OTT di Semarang. Namun ia membantah keras.
“Saya tidak OTT, tidak ada uang serupiah pun,” ujarnya, bahkan bersumpah.
Meski begitu, KPK menetapkannya sebagai tersangka dan menahannya 20 hari di Rutan KPK Gedung Merah Putih sejak 4 Maret 2026.
Dalih Tak Paham Hukum Gugur
KPK menegaskan, sebagai penyelenggara negara, Fadia tetap bertanggung jawab penuh. Apalagi Sekda dan sejumlah pihak mengaku sudah berkali-kali mengingatkan soal konflik kepentingan.
Kini, dalih “cuma penyanyi dangdut” tak lagi relevan di mata hukum.
Kasus ini baru menetapkan satu tersangka, namun pemeriksaan terhadap belasan pihak lain masih berjalan.
