PRABOWO TURUN TANGAN! Selat Hormuz Terancam Ditutup, Energi RI Bisa Lumpuh Total
Jakarta, BongkarfaktaNews – Ancaman krisis energi di depan mata! Ketegangan panas antara Prabowo Subianto dan konflik kawasan Iran–Amerika Serikat–Israel membuat Indonesia tak bisa tinggal diam.
Penutupan Selat Hormuz sebagai jalur utama tanker minyak dunia mulai mengguncang pasokan minyak mentah dan LPG ke Tanah Air. Dampaknya bukan cuma soal energi, tapi bisa menghantam devisa negara hingga kebutuhan pokok rakyat.
Melihat ancaman serius ini, Presiden Prabowo dikabarkan siap mengambil peran sentral sebagai mediator dan bahkan berencana turun langsung ke Teheran. Langkah ini didorong relawan GERAK 08 demi menyelamatkan jalur logistik strategis Indonesia.
Ketua Umum GERAK 08, Revitriyoso Husodo, mengungkapkan situasi sudah memasuki fase darurat. Salah satu perusahaan petrokimia besar di Indonesia bahkan menyatakan force majeur akibat terhentinya pasokan bahan baku dari Timur Tengah.
“Kalau Selat Hormuz terganggu terus, energi kita terancam, industri pelayaran terpukul, dan devisa bisa anjlok. Mediasi Presiden adalah kunci,” tegasnya (4/3/2026).
Tak hanya itu, stabilitas kawasan juga dinilai penting untuk menjaga kesepakatan tarif dagang Indonesia dengan Amerika Serikat yang baru diteken.
Kini, semua mata tertuju pada langkah diplomasi Prabowo. Mampukah Indonesia meredam gejolak global demi menyelamatkan ekonomi dalam negeri?***
