BREAKING NEWS
ADVERTISEMENT
Designed by Gila Temax

Maluku Terancam Tenggelam! 49 Ribu Warga Dibayangi Naiknya Air Laut

 


Ambon, BONGKARFAKTANEWS — Ancaman kenaikan muka air laut mulai menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Maluku. Sebagai daerah kepulauan dengan 92,4 persen wilayah berupa laut, Maluku dinilai menghadapi risiko besar terhadap permukiman, fasilitas publik hingga mata pencaharian masyarakat pesisir.


Sekda Maluku Sadali Ie mengatakan perubahan iklim harus menjadi bagian penting dalam perencanaan pembangunan daerah, bukan sekadar persoalan lingkungan.


“Pemerintah Provinsi Maluku terus mendorong agar perencanaan pembangunan tidak hanya berorientasi pada masalah hari ini, tetapi juga mampu mengantisipasi risiko masa depan,” kata Sadali dalam Dialog Kebijakan Kenaikan Muka Air Laut di Ambon, Senin.


Data yang dipaparkan dalam dialog tersebut menunjukkan sekitar 49 ribu penduduk, 16 fasilitas kesehatan, 27 bangunan sekolah, serta lebih dari 31 ribu hektare kawasan di Maluku berpotensi terdampak kenaikan muka air laut.


Pemprov Maluku mendorong langkah adaptasi melalui penataan ruang, pembangunan infrastruktur yang lebih tahan terhadap risiko perubahan iklim, penguatan layanan dasar, perlindungan kelompok rentan, hingga peningkatan ketahanan ekonomi masyarakat pesisir.


Sementara itu, Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard menegaskan persoalan tersebut bukan sekadar kenaikan air laut beberapa sentimeter.


“Kita berbicara tentang sekolah, puskesmas, rumah, mata pencaharian, dan capaian pembangunan yang telah kita capai bertahun-tahun,” ujarnya.


Menurutnya, pengelolaan air tanah dan kawasan pesisir perlu diperkuat. Perlindungan ekosistem seperti mangrove juga dinilai penting sebagai benteng alami menghadapi dampak perubahan iklim.


Pemerintah daerah dan pusat pun didorong memperkuat koordinasi serta menggunakan data dan kajian sebagai dasar kebijakan, sehingga ancaman kenaikan muka air laut dapat diantisipasi sebelum semakin berdampak terhadap kehidupan masyarakat Maluku.(Red)