Jangan-jangan Kesombongan itu Sudah Ada dalam Dirimu! Tiga Tingkat Kesombongan yang Sering tak Disadari
JAKARTA, Bongkarfaktanews — Kesombongan adalah penyakit batin yang bisa menjangkiti siapa saja. Bukan hanya orang kaya atau pejabat, tetapi juga mereka yang merasa lebih pintar, lebih baik, bahkan lebih dekat dengan kebaikan.
Yang paling berbahaya, semakin tinggi tingkat kesombongan, semakin sulit seseorang menyadarinya.
TINGKAT PERTAMA: SOMBONG KARENA HARTA DAN STATUS
Kesombongan muncul ketika seseorang merasa lebih tinggi karena memiliki:
- Kekayaan lebih banyak.
- Kekuasaan lebih besar.
- Jabatan lebih tinggi.
- Wajah atau penampilan lebih rupawan.
- Status sosial lebih terhormat.
TINGKAT KEDUA: SOMBONG KARENA ILMU DAN KECERDASAN
Ini jauh lebih halus. Seseorang mulai merasa dirinya:
- Lebih pintar.
- Lebih rajin.
- Lebih kompeten.
- Lebih berpengalaman.
- Lebih luas wawasannya dibandingkan orang lain.
Tanpa disadari, ilmu yang seharusnya membuat seseorang rendah hati justru menjadi alasan untuk meremehkan orang lain.
TINGKAT KETIGA: SOMBONG KARENA KEBAIKAN
Inilah yang paling sulit dideteksi.
Seseorang bisa merasa dirinya:
- Lebih bermoral.
- Lebih dermawan.
- Lebih banyak amalnya.
- Lebih rajin beribadah.
- Lebih banyak berjuang untuk umat.
- Lebih tulus daripada orang lain.
- Lebih banyak memberikan kontribusi.
Bahkan, seseorang bisa merasa dirinya lebih besar karena pencapaiannya, lalu memandang orang lain sebagai sosok kecil dan tidak berarti.
Inilah kesombongan yang sering bersembunyi di balik kebaikan.
Kesombongan karena harta mungkin mudah terlihat. Namun kesombongan karena ilmu dan kebaikan jauh lebih halus karena bisa tumbuh diam-diam di dalam hati.
Karena itu, kita perlu memeriksa diri setiap hari.
Apakah kita benar-benar rendah hati, atau hanya terlihat rendah hati sementara hati kita diam-diam merasa lebih tinggi dari orang lain?
Sebab, kesombongan bukan jalan menuju kemuliaan, melainkan jalan menuju kejatuhan.
Rasulullah ï·º bersabda:
“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar zarrah.”
(HR. Muslim)»
Jangan merasa paling hebat hanya karena harta, jabatan, ilmu, amal, atau pencapaian.
Bisa jadi, orang yang kita remehkan justru jauh lebih mulia di hadapan Allah.
Tetaplah rendah hati. Karena semakin tinggi seseorang, seharusnya semakin dalam pula kerendahan hatinya.
