Bendera Bulan Bintang Berkibar di Masjid Raya Baiturrahman, Bamsoet Desak Aparat Bertindak Tegas
Jakarta, Bongkarfaktanews — Pengibaran bendera bulan bintang yang dikaitkan dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, memicu perhatian serius. Anggota DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas insiden tersebut.
Bamsoet menegaskan, tindakan pengibaran bendera tersebut, terlebih setelah disertai penurunan bendera Merah Putih, tidak boleh dibiarkan tanpa proses hukum yang jelas.
«“Aparat penegak hukum harus mengusutnya secara tuntas dan menindak tegas pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” kata Bamsoet dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (16/8).»
Menurutnya, penegakan hukum harus dilakukan secara profesional, objektif, transparan, dan terukur. Ia mengingatkan agar penanganan insiden tidak justru memicu persoalan baru atau memperluas konflik di Aceh.
Bamsoet juga meminta aparat membedakan masyarakat yang menyampaikan aspirasi secara damai dengan pihak yang melakukan provokasi, kekerasan, perusakan, maupun tindakan yang merendahkan simbol negara.
Ia menilai investigasi menyeluruh penting dilakukan agar ulah segelintir orang tidak kemudian dianggap sebagai sikap seluruh masyarakat Aceh.
«“Jangan sampai ulah segelintir orang kemudian digeneralisasi sebagai sikap seluruh masyarakat Aceh,” ujarnya.»
Mantan Ketua MPR RI itu turut mendesak pemerintah pusat bersama Pemerintah Aceh melakukan evaluasi menyeluruh untuk mencegah kejadian serupa terulang. Aspirasi masyarakat terkait kekhususan Aceh, kesejahteraan, sumber daya alam, infrastruktur, maupun persoalan lainnya, kata dia, harus disalurkan melalui jalur politik, hukum, dan dialog.
Bamsoet juga mengajak tokoh agama, tokoh adat, mantan kombatan, tokoh masyarakat, pemuda, serta kelompok masyarakat sipil tidak mudah terprovokasi.
Menurutnya, Aceh telah menunjukkan bahwa konflik dapat diselesaikan melalui meja perundingan. Karena itu, seluruh pihak diminta menahan diri dan menjaga perdamaian yang telah berlangsung selama 21 tahun.
Insiden tersebut terjadi pada peringatan Hari Damai Aceh ke-21, Sabtu (15/8). Massa mengibarkan bendera bulan bintang di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Peristiwa itu kemudian berujung kericuhan.
