BREAKING NEWS
ADVERTISEMENT
Designed by Gila Temax

Dinkes Tangerang Tolak Wawancara, Kasus Nopi Haerani Diminta Dibahas Bersama Camat dan Kapus

TANGERANG, Bongkarfaktanews — Upaya awak media meminta klarifikasi terkait meninggalnya Nopi Haerani, 16 tahun, pasien Puskesmas Cisoka, justru diarahkan untuk melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada pihak Puskesmas dan Camat Cisoka.


Saat mendatangi Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Senin (21/9/2026), awak media bermaksud meminta tanggapan Kepala Dinas Kesehatan. Namun, menurut petugas pelayanan, kepala dinas sedang tidak berada di tempat karena dinas luar.


Awak media kemudian dipertemukan dengan dr. Indri. Namun, saat diminta memberikan tanggapan terkait kasus Nopi Haerani, dr. Indri tidak bersedia diwawancarai.


“Tidak. Sebelumnya sudah melakukan klarifikasi apa belum ke pihak puskesmas? Silakan klarifikasi dulu karena sudah ditunggu oleh Pak Camat,” ujar dr. Indri.


Sebelumnya, pada Kamis (17/9/2026), awak media telah berupaya meminta klarifikasi kepada Kepala Puskesmas Cisoka melalui pesan WhatsApp sekitar pukul 15.28 WIB. Karena belum mendapat jawaban, awak media kemudian menghubungi Camat Cisoka.


Upaya tersebut dilakukan setelah keluarga Nopi, Ardi, menyebut telah meminta bantuan Camat Cisoka untuk menghubungkan dengan pihak RSUD Balaraja.


Camat Cisoka melalui pesan WhatsApp menjawab, “Waalaikumsalam, mangga kang Agi, wawancara langsung aja ya. Saya lagi periksa kolesterol dulu. Paling besok pagi, sekalian saya cari info juga.”


Pada malam harinya sekitar pukul 19.10 WIB, awak media mendatangi Puskesmas Cisoka untuk mencari informasi. Petugas keamanan kemudian meminta nomor kontak awak media untuk disampaikan kepada dokter yang menangani Nopi. Namun, hingga ditunggu, tidak ada dokter yang menghubungi.


Keesokan harinya, Jumat (18/9/2026) sekitar pukul 08.13 WIB, drg. Reta Rianti membalas pesan WhatsApp awak media dan menyampaikan bahwa dirinya berada di Puskesmas Cisoka hingga pukul 14.00 WIB.


“Waalaikumsalam, silakan Pak, saya ada di PKM hari ini sampai jam 14.00,” jawab drg. Reta Rianti.


Namun, karena awak media sedang memiliki kegiatan lain, pertemuan untuk meminta klarifikasi akhirnya belum terlaksana dan akan dijadwalkan kembali bersama pihak Puskesmas Cisoka dan Camat Cisoka.


Kasus meninggalnya Nopi Haerani kini masih menjadi perhatian, khususnya terkait proses pelayanan dan penanganan pasien sebelum meninggal dunia. Awak media akan terus berupaya meminta keterangan dari pihak-pihak terkait agar informasi yang disampaikan kepada publik berimbang.